Raih Rekor LEPRID, FEB dan Hippoda Gelar Makan 2000 Porsi Jagung Bogana


Berbagai kegiatan diselenggarakan masyarakat Jepara untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini. Salah satunya adalah menyantap jagung bogana yang merupakan resep pahlawan emansipasi wanita Indonesia RA Kartini. Acara yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi & Bisnis UNISNU Jepara bekerjasama dengan Himpunan Produksi Pangan dan Oleh-oleh Daerah (Hipoda) Jepara ini, bertujuan untuk melestarikan kuliner warisan RA Kartini. Ketua Hipoda Jepara, Amriana mengatakan, kegiatan yang digelar di Pantai Kartini Jepara, Selasa (22/4), diikuti ribuan masyarakat umum dan pelajar. Untuk menggelar aksi memakan jagung bogana secara beramai-ramai itu, pihaknya menyediakan sekitar 2.000 porsi jagung bogana. ”Ini baru pertama kali dilakukan di Jepara sekaligus sebagai upaya melestarikan dan mempertahankan resep jagung bogana RA. Kartini. Seluruh peserta memakan jagung bogana yang disajikan di atas piring tanah liat atau cobek dengan alas daun pisang,” terangnya. Selain melestarikan warisan kuliner daerah, kata dia, acara yang digelar bertepatan dengan bulan kelahiran RA Kartini itu, untuk mendukung progam pemerintah dalam percepatan penganekaragaman pangan khususnya. Apalagi jagung bisa menjadi makanan alternatif pengganti nasi. Ia mengatakan, menu jagung bogana merupakan resep asli RA Kartini. Pada zaman dahulu, jagung bogana adalah makanan khusus kalangan ningrat. Rakyat jelata tidak dapat menikmati masakan tersebut. ”Melalui acara ini, minimal masyarakat tahu tentang resep makanan ala Kartini. Sehingga ke depan,  masyarakat dapat mencoba jagung sebagai pengganti nasi. Sebab, dengan mengganti jagung, dapat menekan angka impor beras yang dari tahun ke tahun kian meningkat,” jelasnya. Selain bahan baku masakan mudah didapat, proses pengolahannya juga tidak sulit. Jagung digiling kemudian direbus atau kukus seperti proses memasak nasi.”Resep dan cara memasaknya sangat sederhana. Semua orang bisa membuatnya,” pungkasnya. Sumber: MuriaNews

Admin Unisnu

Komentar