Audiensi DPRD; Panitia Gelar Karya Siap Pecahkan Rekor Muri Makan Jagung Bogana 2000 Peserta


Sebanyak  2.000 peserta makan nasi jagung bogana siap memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut digelar pada 22 April 2014 mendatang. Bahkan, DPRD setempat telah menyetujui usulan pemecahan rekor Muri yang bertujuan untuk melestarikan kuliner resep RA. Kartini. Wakil Ketua Komisi B Yasin Musthofa menyatakan dukungan rencana kegiatan rekor Muri yang bertujuan mengangkat potensi kuliner khasJepara. Apalagi masakan tersebut  merupakan resep pahlawan nasional emansipasi wanita asal Jepara, RA. Kartini. Panitia menyiapkan 2.000 piring nasi jagung bogana yang akan disantap oleh 2.000 peserta yang semuanya perempuan. ”Untuk pendanaan kegiatan tersebut akan diupayakan dengan mengundang dinas terkait. Kami juga siap menanggung kekurangan, jika anggaran dari dinas terkait tidak sesuai yang diharapkan pihak penyelenggara,” terang Yasin saat menemui peserta audiensi dari Himpunan Produk Pangan dan Oleh-oleh (Hippoda) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara saat mengusulkan kegiatan tersebut selasa (4/3) kemarin. Sementara itu, Ketua Hippoda Azaza Amriana mengatakan,  menyangkut makanan khas Kabupaten Jepara, selama ini memang kurang populer seperti kuliner daerah lain. Padahal Jepara memiliki makanan khas, antara lain horog-horog yang belum setenar soto Kudus atau nasi gandul khas Pati. ”Padahal, sebenarnya Jepara memiliki ratusan resep makanan yang ditulis RA Kartini. Dalam hal ini salah satunya adalah nasi jagung bogana. Untuk itu, kita mengangkat nasi jagung bogana resep RA Kartini untuk memecahkan rekor Muri, agar menu tersebut dapat lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya. Menurut dia, nasi jagung bogana merupakan masakan tradisional berbahan jagung yang diberi aneka rempah. Kemudian, nasi jagung bogana disajikan dalam wadah semacam cobek. ”Rencananya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada 22 April. Kami sudah menemui Jaya Suprana. Gagasan ini disetujui, karena nasi jagung bogana unik dan melibatkan 2.000 perempuan. Perkiraan anggaran untuk kegiatan pemecahan rekor senilai Rp 20 juta," terangnya.   Sumber : Koran Muria

Admin Unisnu

Komentar