Buka Konferensi Ekonoomi Syariah di Unisnu Jepara, Wapres Tekankan Indonesia Sebagai Produsen Produk Halal

Buka Konferensi Ekonoomi Syariah di Unisnu Jepara, Wapres Tekankan Indonesia Sebagai Produsen Produk Halal

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara adakan Konferensi Ekonomi, Bisnis, dan Keuangan Islam Nusantara secara daring, Rabu (28/07/2021). Konferensi tersebut menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin sebagai Keynote Speaker. 

Selain menghadirkan K.H. Ma’ruf Amin sebagai keynote speaker, konferensi dengan tema menoptimalkan Ekonomi Syariah dalam Pembangunan Berkelanjutan untuk Ekonomi Riil tersebut juga menghadirkan beberapa pembicara, yakni ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad, M.A, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Dr. Sutan Emir Hidayat, Direktur Bisnis BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winanto, Serta Wakil Rektor II Unisnu Jepara Dr. Aida Nahar, M.Si. 

Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assaidi, M.Ag, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas diselenggarakannya konferensi ini, setidakanya dengan adanya konferensi ini, sumbangan pemikiran dari para narasumber akan sangat bermanfaat, memberikan Supporting keilmuan dan memberikan rumusan bagi kegiatan ekonomi modern yang sifatnya riil.  

“Pada dasarnya kalau kita berbicara tentang ekonomi syariah, kita berbicara tentang tatanan etika untuk kehidupan muamallah, sehingga kerangka yang diusung adalah mengoptmalkan ekonomi syariah, ini adalah merupakan pengakuan apa  yang disumbangkan oleh umat islam” Ujarnya. 

Keynote speaker Wapres K.H. Ma'ruf Amin juga  memberikan apresiasi atas partisipasi Unisnu dalam mengadakan konferensi Ekonomi Syariah ini, harapannya kegiatan ini bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dalam paparannya beliau mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sebagai negara dengan mayotitas penduduknya yang muslim masih kalah dengan negara Brasil sebagai produsen makanan halal terbesar di dunia. Beliau berharap agar seluruh pihak yang terkait dapat memanfaatkan seluruh potensi dan meningkatkan ekspor produk halal agar Indonesia dapat menjadi produsen halal terbesar di dunia.  

Lebih lanjut, Kyai Ma'ruf turut menyayangkan posisi Indonesia yang menjadi konsumen produk halal terbesar di dunia. Kyai Ma'ruf mengungkapkan bahwa Indonesia membelanjakan produk halal mencapai 173 miliar dolar AS atau setara 12,6 persen dari pangsa pasar produk makanan halal dunia.

“Pemerintah akan terus berusaha mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk kegiatan usaha syariah baik skala besar maupun kecil. Pengembangan usaha skala mikro dan kecil dapat menjadi bagian rantai nilai industri halal global serta untuk memacu pertumbuhan usaha dan peningkatan ketahanan ekonomi umat" Pungkasnya.

Untuk menyimak tayangan selengkapnya, silahkan simak youtube berikut



Aan Zainul Anwar, S.H.I., M.E.Sy.

Komentar