FEB UNISNU Jepara - HIPPODA Latih UMKM Tingkatkan Kualitas Home Industri


feb 2Persaingan produk pangan dan oleh-oleh kian ketat, terutama persaingan antara produksi rumahan (home industry) dan pabrik dengan skala besar. Industri rumahan memberi dampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara langsung, namun kendala, permasalahan dan tantangan jauh lebih rumit dan lebih komplek. Salah satu upaya untuk memajukan dan meningkatkan produksi rumahan adalah dengan mengikuti pelatihan. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ririn Hariyati, Kepala Bidang UMKM, Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara saat membuka pelatihan pengembangan usaha yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISNU Jepara kerjasama dengan HIPPODA Jepara, 11-12 Februari 2014.

"Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap UMKM bisa lebih berkembang dan mampu bersaing di pasar. Harapan kami, UMKM mampu bersaing dengan produk-produk makanan produksi pabrik" terangnya pada Selasa (11/2/2014) di Ruang Seminar Gedung B FEB UNISNU Jepara.

Secara umum pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran UMKM di Jepara, khususnya UMKM yang berada dibawah binaan Himpunan Produk Pangan dan Oleh-Oleh Daerah (HIPPODA). Pelatihan ini juga merupakan rentetan acara Gelar Karya yang pada puncaknya akan memecahkan rekor Muri makan jagung bogana terbanyak.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Anna Widiastuti, MSI yang menyampaikan materi tentang Modal Usaha yang pada intinya Modal tidak hanya berupa uang saja. "Modal semangat adalah termasuk modal utama dalam menjalankan usaha" terang beliau yang juga sebagai Wakil Dekan FEB UNISNU Jepara.

Disamping itu modal usaha, pembukuan atas sirkulasi keuangan juga sangat penting bagi UMKM. Pada materi pembukuan keuangan ini disampaikan oleh M. Ridho MSI. Adapun Eko Noor Fuad, MM menyampaikan kemasan produk UMKM.

"Design packaging sebuah produk makanan menjadi salah  satu pemikat konsumen dalam membeli" terang Eko Noor Fuad, Dosen FEB UNISNU alumni Universitas Jember.

Selain itu, pemateri lainnya adalah A. Khorul Anam, MSI yang membahas masalah pemasaran UMKM, Noor Arifin, MSI membahas Manajemen Usaha Kecil, Dr KH Mashudi, M. Ag membahas masalah sertifikasi halal MUI dan Muhammad Imron, MM membahas perubahan mindset pengusaha kecil menengah dan salah satu pemateri perwakilan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jepara.

Adapun peserta pelatihan ini adalah pelaku usaha kecil sebanyak 37 peserta utusan dari 13 kecamatan di Kabupaten Jepara.

Penulis : Aan Zainul Anwar


Admin Unisnu

Komentar