Kyai Sahal padukan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Alam Lingkungan


Konsep ekonomi yang digagas oleh Kyai Sahal pada dasarnya berfondasi pada tiga pilar utama, yakni nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, dan alam lingkungan. ‘’Harmoniasi ketiganya tidak bisa dipisahkan mutlak harus terintegrasi,’’ ujar Wakil Bupati Jepara Doktor Subroto saat membuka Seminar Nasional ‘’Membedah Pemikiran Ekonomi Kyai Sahal’’ di Auditorium Unisnu Jepara, Selasa (29/4). Jika tidak, maka kita akan dipaksa kembali hanya kepada sistem perekonomian kapitalisme dan sosialisme—yang terbukti banyak menyimpan kelemahan. Untuk mengkritisinya, perlu alat analisis dan sistem perbandingan yang diametral dengan keduanya. ‘’Sistem ekonomi syariah yang sangat kuat mengintegrasikan ketiga pilar tersebut di atas.’’ Seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, diikuti dosen, mahasiswa, santri, masyarakat umum, dan industri keuangan. Rektor Unisnu Profesor Dr Muhtarom HM menuturkan, dalam pandangan KH Dr MA Sahal Mahfudh untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, kita harus berbuat nyata. Diantaranya, untuk membangun lapangan kerja, serta mencerdaskan umat agar kian kreatif dalam membangun perekonomian. Ketua Yayasan Pendidikan Tinggu NU (Yaptinu) Jepara, KH Ali Irfan menambahkan, seminar dalam rangkaian Dies Natalis Unisnu untuk mengenang jasa Mbah Sahal selama 25 tahun mengelola Institut Islam Nahlatul Ulama (sejak berdiri 1989).  Unisnu yang sekarang memiliki 5 fakultas, 15 program studi dan satu pasca sarjana, resmi berdiri 26 April –hasil penggabungan Inisu, STIENU dan STTDNU. Seminar yang dimoderatori Ketua Jurusan Akutansi, Ali Sofwan, menghadirkan nara sumber H Abdul Ghoffar Rozin Sahal Mahfudh Med (Ketua STAI Mathali’ul Falah Kajen) ‘’Pemikiran dan Gagasan Ekonomi Kyai Sahal’’. H Muhlasin (Direktur UKNB Syariah-Otoritas Jasa Keuangan/OJK) ‘’Pemikiran Kyai Sahal dan Implementasi Peran Pemerintah Terhadap Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia’’ Prof Dr Purbayu Budi Santoso MS (Guru Besar Ekonomi Undip Semarang), ‘’Aktualsiasi Manajemen dan Akuntansi dalam Pemikiran Kyai Sahal’’. Serta Keynote Speaker Dr Firdaus Djaelani MA (Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK). Pada kesmepatan itu, Firdaus Djaelani menyerahkan bantuan pasca banjir masing-masing Rp 20 juta kepada lima penerima. Yakni, madrasah diniyah Dorang (Nalumsari), Madin Sowan Kidul (Kedung), Madin Mayong, serta Masjid  Welahan, dan Ponpes Karangrandu (Pecangaan). Ketua Panitia Dies Natalis KH Noor Rohman didampingi Humas Unisnu Nur Rahman mengatakan, ada serangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Diantaranya, membuka stand pameran karya wanita 2014 Alun-Alun, Gelar Karya Kuliner pemecahan rekor Leprid makan nasi jabung Bogana resep RA Kartini, Forkomnas KPI Jateng-DIY dan seminar nasional, Forkom Kepala Sekolah se-Jepara, Parade Seni dan Budaya SLTA se-Jepara, Khotmil Quran, donor darah, dan wisuda 323 sarjana S1, di Geudng Wanita Jepara, Rabu (30/4) besok. Sumber : Suara Merdeka

Admin Unisnu

Komentar